Pemda Tulang Bawang Barat Gagal Bayar Utang Proyek Pasar Pulung Kencana
Daerah

18 September 2023 |

Pemda Tulang Bawang Barat Gagal Bayar Utang Proyek Pasar Pulung Kencana

Lampung - Kabupaten Tulang Bawang Barat di Provinsi Lampung, Indonesia, mendapat sorotan yang tajam akibat kegagalan pembayaran utang terkait proyek pembangunan Pasar Pulung Kencana. Proyek ini telah memunculkan pertanyaan serius tentang manajemen keuangan dan prosedur konstruksi yang terlibat.

Pada tahun 2021, PT. Brantas Abipraya, sebuah perusahaan konstruksi ternama di Indonesia, mencatatkan utang yang belum terbayar sebesar Rp 9.242.399.881 yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Pemda Tubaba). Utang ini merupakan bagian dari biaya proyek pembangunan Pasar Pulung Kencana yang telah dilaksanakan oleh perusahaan tersebut. Situasi ini telah menimbulkan ketidakpastian terkait kelanjutan proyek ini.

Namun, yang lebih menyedihkan adalah pada tahun 2022, Pemda Tulang Bawang Barat dikatakan gagal membayar utang proyek tersebut, menciptakan ketidakpastian finansial dalam kelanjutan proyek ini. PT. Brantas Abipraya bahkan telah mengakui penyisihan kerugian kredit sebesar 100% atas seluruh piutang yang telah tertunggak lebih dari jangka waktu tertentu, menunjukkan komitmen perusahaan dalam menghadapi situasi ini.

Proyek Pasar Pulung Kencana sendiri mengandalkan dana pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI, dan seluruh aspek proyek ini telah diperhatikan dengan seksama oleh PT. Brantas Abipraya untuk memastikan kelancaran dan kualitasnya.


Meskipun Pihak PT. Brantas Abipraya tidak ada rilis resmi berkomunikasi, namun Pemda Tulang Bawang Barat tidak memberikan solusi yang memadai untuk menyelesaikan utang yang belum terbayar. Keberlanjutan proyek ini memiliki dampak besar bagi masyarakat setempat dan ekonomi daerah, terlepas dari fakta bahwa pasar Pulung Kencana telah diresmikan.

Namun, kompleksitas situasi semakin meningkat ketika muncul laporan tentang dugaan pelanggaran prosedur dalam pembangunan Pasar Pulung Kencana. Ir Riswandi Wiradipura, Construction Manager proyek ini, dengan tegas menyatakan bahwa ia sama sekali tidak mengetahui adanya proyek tersebut. Hal ini memicu pertanyaan serius tentang pengawasan dan pelaksanaan proyek yang telah menghabiskan dana sebesar 77 miliar Rupiah. Riswandi mengingatkan bahwa konstruksi semacam ini seharusnya melibatkan manajemen konstruksi atau konsultan pengawas. Tidak adanya keterlibatan mereka dalam proyek ini menimbulkan kekhawatiran akan kualitas dan keamanannya.

Selain itu, ada kabar lain yang mengindikasikan bahwa terdapat pencairan berkas yang tidak melibatkan Ir Riswandi Wiradipura, namun tetap bisa dilaksanakan. Ini semakin mempertanyakan prosedur yang telah diikuti oleh PT Brantas Abipraya dalam proyek tersebut.

Untuk itu, kami mendesak pihak berwenang dan masyarakat setempat untuk segera melakukan investigasi menyeluruh guna memastikan bahwa proyek pembangunan Pasar Pulung Kencana dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan sesuai dengan regulasi yang ada. Keterlibatan konsultan pengawas dalam proyek konstruksi adalah hal yang sangat penting untuk memastikan kualitas dan keamanan proyek tersebut.

Hingga saat ini, PT. Brantas Abipraya belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan pelanggaran prosedur dalam proyek Pasar Pulung Kencana ini. Kami akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memberikan informasi lebih lanjut sesuai dengan perkembangan yang terjadi. Masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainnya akan menantikan hasil investigasi dan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini. (Red*)

Penulis : Z/Eka Putra

Jumlah views : 4773
Andalas

Get In Touch

Jln. Lintas Panaragan Jaya No 665 Tulang Bawang Barat Lampung Pos : 34593

085266406365

pt.andalasmediagroup@gmail.com

© Andalas. All Rights Reserved. Design by HTML Codex
Distributed by ThemeWagon